“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah.” (QS Al Anfal : 61).

Islam merupakan agama yang damai, penuh dengan kasih sayang dan ketentraman, tidak menyukai perpecahan, selalui menyayangi baik sesama manusia, tumbuhan, hewan dan alam semesta ini.Tidak ada paksaan dalam masuk ke dalam agama islam malah islam menjunjung tinggi asas persatuan dan kekeluargaan serta melarang keras dalam persoalan perpecahan.

Dalam sebuah riwayat, “Al-Jama’atu rahmatun wal furqatu adzabun.” Artinya, “berkumpul itu adalah Rahmat, dan berpecah itu adalah azab.” (HR. Imam Ahmad dan Al-Qadha’i dari Nu’man Ibnu Basyir; Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 667.) Dari hadits tersebut dapat kita simpulkan bahwasanya islam sangat menyukai persatuan dan kesatuan.Bahkan tidak boleh jika umat islam tidak teguran selama lebih dari 3 hari lamanya.

Pelajar Islam Indonesia merupakan organisasi pelajar berfokus kepada pendidikan dan kebudayaan dari tujuannya serta selalu melibatkan Allah dalam setiap tindak tanduk aktivitasnya.PII juga sebagai organisasi pelayan umat, bertugas dalam terciptanya pelajar dan pemuda yang berkarakter muslim, berintelektual serta bersifat kepemimpinan. Rasulullah Saw, menilai persatuan umat Islam sebagai strategi fundamental kekuatan Muslim di setiap waktu dan tempat, dan untuk mewujudkannya beliau telah melakukan berbagai upaya tanpa henti.

Kalau dulu PII berperan sebagai pemersatu sekolah umum dan pondok pesantren yang saat itu ada jurang pemisah diantara mereka.Di zaman yang serba canggih ini tidak berpengaruh dalam proses pendewasaan dan penyatuan dalam hal pemikiran.Terkadang orang ketika berbeda paham pemikiran maka orang itulah yang di benci , bukan pemikirannya berdasarkan argumen dan dalilnya.Antar organisasi islam juga masih saja terpecah belah contohnya dalam sholat subuh, ada yang baca doa qunut ada yang tidak.Hal ini yang suka menjadi permasalahan perpecahan umat, bukan makalah membahas tentang kemajuan umat, tantangan umat kedepan .Karena masih banyak tugas yang  harus kita

Dalam kedudukan PII telah diatur bahwasanya PII sebagai pemersatu umat, penengah di antara persoalan dan menjawab permasalahan yang terjadi.Karena itu dalam konstitusi PII telah jelaskan ‘ibda binafsi’ memulai dari diri sendiri, bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan memberi solusi jika mengenai kedirian saja kita belum selesai.Lahan garap PII tak hanya di daerah maupun wilayah melainkan tingkat nasional dan internasional maka dari itu kita harus berjuang secara totalitas untuk umat.Maka dari itu penguatan akidah dan pembentukan kepribadian sangat penting, karena PII bukan hanya untuk diri pribadi tapi PII ada tanggung jawab dan amanah yang di emban.

Ada beberapa cara yang digunakan untuk PII menjadi problem solver :

1. Menurut Imam Ali, dalam buku Nahjul Balaghah disebutkan Rasulullah Saw memperbaiki jurang sosial dengan persatuan dan mendekatkan jarak-jarak dalam masyarakat dan pelajar.PII selain bergerak di pelajar, PII juga dapat berkecimpung di kehidupan masyarakat.

2. Memanggil satu per satu orang yang terlibat dalam permasalahan dan membuat tim dalam hal penyelesain.

3. Mempertemukan dari kedua golongan yang terlibat masalah dan masing – masing di mintai penjelasan.

Dalam tafsir asasi dikatakan bahwa PII akan mulia jika ingat akan tugasnya dan PII akan hina jika ikut dalam pertikaian.PII selalu menjadi lentera dalam setiap kegelapan, suluh dalam setiap permasalahan dan PII juga pembawa terobosan baru dalam dunia kehidupan.