Menurut Muhammad Mughni, dalam sebuah tulisannya di Kumparan.com, Komunisme merupakan ideologi yang menjelaskan tentang  paham atau pemikiran yang memusatkan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi  yang ada seperti modal, tanah, tenaga kerja yang memiliki tujuan terwujudnya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas dan semua orang sama atau dalam bahasa lain menyama ratakan semua.Dalam bahasa sederhananya komunisme adalah sebuah paham yang ingin menyamaratakan dan mencipatakan masyarakat tanpa adanya kelas.

          Di Indonesia sendiri pernah terjadinya pemberontakan lahir dan bangkitnya paham – paham komunis, bahkan peristiwa ini sering di bicarakan yaitu G30SPKI, Indonesia sendiri menyikapi komunis seperti bentuk pengkhianatan yang di lakukan masyarakat.

          Paham komunisme juga sangat bertolak belakang terhadap ajaran – ajaran islam karena dalam islam dinyatakan bahwa ‘Taatilah Allah,taatilah rasul dan taatilah pemimpinmu’ komunis sendiri yang paham nhya ditolak islam adalah mereka menyamaratakan golongan, individu, hak serta kewajiban dalam hidup bermasyarakat.

          Pandangan islam menurut Drs.Abdurahman Aziz,M.Si terhadap paham komunisme :

1.      Ideologi atau ajaran komunis kufur hukumnya, dan haram bagi umat Islam menganutnya.Karena tidak sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah.

2.      Bagi seseorang yang menganut ideologi komunis dengan keyakinan dan kesadaran, maka dia termasuk kafir dan tidak sah menikah dengan orang Islam, tidak ada waris mewarisi (ahli waris), serta jenazahnya tidak diboleh diselenggaran secara Islam.

3.      Bagi seseorang yang memasuki organisasi atau partai yang berideologi komunis tidak dengan keyakinan dan kesadaran, maka dia termasuk orang yang sesat, dan harus diajak agar meninggalkan organisasi atau partai tersebut.

4.      Walaupun Indonesia belum menjadi Negara Islam, namun haram bagi umat Islam mengangkat/memilih Kepala Negara/pemerintah yang berideologi komunis (di masa itu dasar Negara RI sedang dibahas dalam Konstituante berdasarkan UUD Sementara tahun 1959).

 

5.      Memperingatkan kepada pemerintah agar bersikap waspada terhadap gerakan aksi subversif asing yang membantu aksi-aksi perjuangan kaum komunis di Indonesia.