Dua ormas ini adalah ormas tertua di Indonesia, dari 2 orang murid yang sama sama belajar ke timur tengah 2 murid ini pulang dengan membawa ajaran atau madzhab yang mereka dapati disana. Sampainya di Indonesia 2 murid ini membentuk organisasi yang bernama nu dan muhammadiyah. Sampai sekarang kedua ormas ini masih lah eksis atau berperan dalam menegakkan Negara tercinta ini. Tapi entah dari oknum atau ketidaktahuan masyarakat  terkait madzhab, justru kedua organisasi ini dijadikan ajang untuk olok olokan dan saling salah menyalahkan dalam permasalahan fiqh, madzhab. Yang menyebabkan mungkin banyak dari kalangan kedua organisasi ini tidak mengakui temannya sendiri atau saudaranya sendiri dikarenakan menganggap kelomponya sendirilah yang paling benar. Bahkan di sebuah desa di banyu anyar, solo terdapat dua masjid yang berdekatan dimana mereka membuat untuk khusus kelompoknya sendiri.

Dalam kasus ini PII hadir dengan organisasi independen yang moderat dimana tujuannya kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan islam bagi seluruh rakyat Indonesia dan umat manusia . PII juga menjunjung tinggi solidaritas dan  dalam menyikapi perbedaan madzhab tersebut. Terbukti dengan para kader PII dari berbagai madzhab tak menggubris untuk perbedaan madzhab ketika dia telah menjadi kader PII. Karena PII lebh mengendepankan ukhwah dan persatuan umat.

Disinilah PII berperan sebagai pemersatu ummat karna mengakrabkan atau menyadarkan para kadernya untuk tidak terlalu sibuk manyikapi madzhab tapi sibuk untuk menyikapi permasalahan permasalahan global, dari permasalahan politik yang dimana kita harus memilih pemimpin yang bijaksana lagi baik, kemudian permasalahan ekonomi dimana kita wajinb memikirkan bagaimana orang orang yang fakir miskin setiap harinya bisa terisi nutrisinya, dan permasalahan permasalahan global lainnya yang musti kita pikirkan atau kita diskusikan bersama.(wildanun)