Dunia selalu berubah, bersifat dinamis yang konsisten terhadap perubahan. Dunia itu tidak membendung masa lalu, dunia membiarkan masa sebagai pijakan pergerakan masa depan dan selalu bergerak ke depan. Begitu juga manusia yang hidup didunia, tidak akan pernah bisa menghentikan masa, hanya bisa berjalan bersamanya dan turut maju kedepan. Namun, tidak semua manusia sepakat dengan hal tersebut akibatnya seseorang terjebak masa lalu dan bergesekan dengan gerak masa yang terus maju ke depan. 

      Manusia terkuat tidak akan bisa menghentikan masa, seseorang hanya akan siap menghadapi masa depan jika menyadari dirinya bergerak bersama masa. Manusia seperti itu memiliki kepekaan yang tinggi, sehingga lika liku masa depan disiapkanya dari sekarang. Setiap sendi masa lalu adalah puzzle yang dirangkainya untuk masa depan, maka akan tiba disuatu waktu pecahan puzzle menjadi suatu kerangka utuh (gambaran dari masa lalu yang diyakini).

      Pelajar Islam Indonesia merupakan kerangka bangun dasar puzzle yang belum tersusun secara utuh, belum menunjukkan rangkaian sempurna dari founding father nya. Kini, sudah 70 tahun lebih PII melewati masa, tidak sedikit peristiwa dilewati, penuh lika liku dan kesulitan yang berbeda-beda silih berganti.  Kader PII aktif menyadari pentingnya arti pergerakan, tidak sedikitpun menyiakan masa, masa lalu yang dilalui kader pun merupakan kerangka puzzle yang disusunnya. Hanya, ada yang menyusun dengan rapi dan sistematis disamping ada yang menyusun dengan acak dan parsial. 

      Bagaimanapun, PII merupakan produk masa lalu yang sedang menuju cita-cita yang tidak memiliki indikator baku. Setiap masa yang datang seringkali mengulang kesalahan masa lalu, seperti lemahnya pelaksanaan birokrasi, lemahnya pengadaan basic kaderisasi, dan lainnya. Tapi itu juga bukan indikator kegagalan karena tidak adanya keterangan jelas bahwa hal tersebut diluar cita-cita PII. Hal tersebut berdasar keyakinan bahwa berPII adalah proses, selama seorang kader PII berproses di PII baik sesuai aturan maupun tidak maka tetap dalam koridor keyakinan tersebut (PII mementingkan proses). Alhasil adalah tidak ada hasil yang jelas, kendatipun demikian kader PII tetap berproses bersama masa. 

      Teruslah berPII tapi berproses lah dengan baik, karena hasil berPII tidak kau temukan hari ini namun kelak 10 atau 20 tahun nanti.

 

 

* Judul Tidak Berhubungan Dengan Isi Tulisan