Islam adalah agama yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW yang disampaikankan kepada kaumnya dan seluruh umat manusia. Islam menjadi istimewa karena islam merupakan salah satu agama yang disebut langsung dalam kitabnya, tidak ada agama yang serupa dengan islam. Islam berasal dari kata kerja aslama yang berarti berserah diri, menunaikan perintah, damai, keselamayan dan kesejahteraan.

Bisa dipahami bahwa islam merupakan agama penyelamat dan mensejahterakan. Juga bisa dimaknai sebagai menyerah diri dengan sukarela kepada Allah dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Seperti yang Allah firmankan: “bahkan, barang siapa menyerahkan diri kepada Allah sedang dia berbuat kebajikan, maka baginya padalah di sisi tuhan nya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih” (Qs. Al-Baqarah:129)

  Islam mengajarkan keselamatan dan kesejahteraan, tampil sebagai Ad-din agama yang menunjuk kan islam sebagai sistem ajaran. Ad-din secara bahasa berarti tunduk, taat, patuh, pembayaran, perhitungan dan hukum atau perundang-undangan. Dengan demikian islam disandingan dengan agama dapat di artikan sebagai sistem ajaran Allah SWT yang mengatur seluruh aspek kehidupan yang akan mensejahterakan dan menyelamatkan kehidupan manusia, tentunya ketika manusia tunduk kepada peraturan dan norma ajaran islam dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah.

Seluruh kehidupan manusia dan dimanapun manusia berada agama islam memiliki pengaruh baik. Bisa dilihat zaman Rasulullah berhijrah di madianah untuk menyiarkan islam. Masyarakat madinah sangat menerima yang rasulullah bawa. Perjuangan beliau untuk mendakwahkan islam ini sangat serius. Dalam segi sosial, budaya maupun pemerintahan diajarakan oleh beliau hal kebaikan. Hingga menjadikan masyarakat madinah ini sejahtera dan makmur. Sehingga kota madinah ini di namai Madinatul Munawwarah.

Salah satu bukti bahwa memang islam itu universal atau menyeluruh. Dari sudut pandang islam hal itu disebut islam rahmatan lil alamin. Seperti Allah firmankan  dalam Al-Qur’an “kami tidak mengutus engkau, wahai muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” QS. Al-anbiya:107. Rahmat arti dalam bahasa arab adalah kelembutanyang terpadu dengan rasa iba (lihat Lisaanul Arab, Ibnul Mandzur)

Ibnu Qayyim Al-jauziah menafsirkan bahwa yang lebih benar dalam menafsiran ayat ini adalah rahmat disini bersifat umum. Alam semesta secara umum mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW. Orang yang mengikuti beliau, dapat meraih kemulian di dunia dan akhirat sekaligus.

Terbukti dalam Sejarah Islam, akhlak Nabi menunjuk kan ketauladanan yang baik. Diantaranya baik kepada masyarakat, hewan, lingukangan, bahkan rumput saat dimedan perang diminta Rasulullah untuk jaga keuniversalan islam. Universalisme islam menampakkan diri dalam berbagai manifestasi penting dan yang terbaik adalah dalam ajaranan-ajaran nya. Rangkaian ajaran yang meliputi berbagai bidang, seperti hukum agama (Fiqih), Keimanan (Tauhid), etika dan sikap hidup, menampilkan kepedulian yang sangat besar kepada unsur unsur utama dari kemanusiaan (al-insaniah)[1]

Untuk itu bagi seorang muslim ini iman kepada Rasullah harus percaya bahwa Rasul membawa islam ini untuk seluruh yang ada di Dunia ini. Juga selayaknya mengindahkan islam supaya tersebar baik terjaga terus dari zaman dulu sampai sekarang.

 

 


[1] Prof. Dr. Nurcholish Madjid, dkk, Islam Universal, pustaka pelajar 2007