Surabaya. (Supel.id),- Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jawa Timur periode 2018 – 2020 telah menyelenggarakan pelantikan pada tanggal 28 Oktober 2018 di Hotel Mercure Surabaya. PW PII Jawa Timur periode 2018 – 2020 yang akan dilantik merupakan pengurus yang telah dibentuk berdasarkan hasil Konferensi Wilayah XXXI PW PII Jawa Timur di Jember, Jawa Timur. Struktur dan personalia PW PII Jawa Timur periode ini berjumlah 35 orang dari daerah Jember, Banyuwangi, Blitar, Mojokerto, Payakumbuh, Pamekasan, Sumenep, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan Kota Madiun, yang di ketuai oleh Achmad Hartono Adi Prabowo dari Pamekasan, Komandan Brigade PII Adham Hakam Amrulloh, dan Ketua Korps PII Wati Marietta Anisa Wahdini.
Acara yang pelantikan itu dihadiri oleh Ainur Rofiq selaku perwakilan Pengurus Wilayah Perhimpunan Keluarga Besar PII, Husin Tasrik Makrup Nasution Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur. Serta perwakilan Pengurus Daerah PII se-Jawa Timur, dan undangan dari kalangan masyarakat pelajar sejumlah kurang lebih 150 orang.
Acara pelantikan tersebut akan dimeriahkan dengan Festival Literasi. Seminar literasi pelajar dalam menghadapi revolusi industri 4.0 oleh M. Anwar Djaelani dan Wawan Pristiawan, SPD CH,CHT sekaligus bedah buku “Menggapai Impian Menerobos Kemustahilan”oleh Dadang Hidayat selaku tokoh dalam buku tersebut, MD. Aminudin selaku penulis buku, Ust. Ir. Misbahul Huda, MBA seorang motivator, dan yang terakhir Achmad Hartono Adi Prabowo sebagai Ketua Umum PW PII Jawa Timur Periode 2018-2020 yang baru dilantik.
Pemahaman masyarakat saat ini mengenai literasi hanya sebatas membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan indivisdu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluraga,dan masyarakat. Kemampuan literasi pula dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas seseorang. Dalam sejarah Islam, pemuda mempunyai peran dalam perubahan zaman. Kemampuan literasi pemuda zaman dulu dan sekarang berbeda dengan tantangan yang berbeda pula.
“Kita akan bisa mendampingi pelajar yang ada di seluruh Jawa Timur menjadi kader Pelajar Islam Indonesia seluruhnya.Memang hal itu tidak mudah dan banyak sekali permasalahan yang hadir di kalangan pelajar . InsyaAllah kami siap untuk membina dan membimbing teman-teman pelajar khusunys yang ada di daerah-daerah terutamadi tingkap SMP maupun SMA. Oleh karena itu kami mohon do’a dan dukungannya agar kami bisa menjalani berat sebagai pengurus wilayah dengan baik. Ujar Ketua Umum PW PII Jawa Timur Hartono di Surabaya, Minggu (28/10/18)
Pelajar Islam Indonesia mempunyai Tri komitmen. Pertama, ke-Pelajaran yang terus menyiapkan generasi intelektual yang dapat menggantikan generasi pemimpin umat dan bangsa pada masa yang akan datang. Kedua, ke-Islaman sebagai nilai fundamental segala bentuk gerak dan langkah yang diambil. Yang terakhir, ke-Indonesiaan komitmen penegakan atau transformasi nilai-nilai ilahiyah berupa penciptaan keadilan, pemerataan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. PW PII Jawa timur menggagas untuk kembali membumikan budaya literasi bagi pelajar yang mulai pudar. Event ini sebagai wadah menciptakan embrio pelajar khususnya kader PII Jawa Timur dengan mengedukasi betapa pentingnya literasi sebagai langkah konkret untuk menyambut revolusi industri 4.0.

(Azm/Ynd)