(Supel.id, Lombok)- Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat yang menyebabkan lebih 450 orang meninggal dunia menjadi perhatian berbagai pihak. Salahsatunya, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) yang turut membantu korban gempa. Diantaranya, membangun posko pengungsian dan Sekolah Darurat di Desa Pendua, kecamatan Kayangan, kab. Lombok Utara.
“Pelajar Islam Indonesia hadir sejak awal membawa misi pendidikan dan kebudayaan, oleh karena itu kita di sini fokus kepada pendampingan pendidikan anak-anak usia sekolah, dengan membangun Sekolah Darurat” Ujar Azzam kordinator Posko PB PII.

Azam menjelaskan, Tujuan didirikannya Sekolah Darurat tidak lain untuk memberikan fasilitas pendidikan pada saat waktu luang anak-anak menunggu kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai kembali disekolah.

“Sekolah ini juga sebagai tempat dilakukannya pemulihan trauma untuk menumbuhkan kembali kepercayaan diri dan memperbaiki suasana hati anak-anak paska bencana” Sebut Azzam sapaan akrab dari Azzam Gilas Tirani.

Dalam kegiatan ini pun Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia bersinergis dengan beberapa Kepala Sekolah dan Aparatur Desa Pendua dalam proses pendampingan pendidikan.