Ketua I Bidang Kaderisasi Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) Muhammad Musyaddad Zaen megatakan terdapat lima hal yang mesti harus diperhatikan di dunia pendidikan yaitu, guru, murid, keluarga, masyarakat, dan media belajar.

Menurutnya, ketika Peraturan Mendikbud dijadikan sebagai kebijakan memang menjadi polemik karena ada beberapa hal yang mesti perlu dijabarkan lebih praktis yaitu mengenai pentingnya Pendidikan Penguatan Karakter (PPK).

“Dan bagaimana cara penguatan karakter kepada setiap pelajar? Sejauh mana kesiapan komponen pendidikan (guru, murid, keluarga, masyarakat, dan media belajar) yang ada di setiap sekolah di Indonesia?,” katanya kepada rilis.id, Sabtu (24/6/2017).

Tentang pentingnya PPK, menurut Musa perlu menjadi paradigma bersama terutama untuk para guru bahwa menguatkan karakter kepada pelajar menjadi hal yang sangat penting. Maka dibutuhkan kolaborasi dalam mengajar seperti melibatkan pihak luar dalam mata pelajaran agama agar pelajar lebih nyaman ketika belajar agama disebabkan lingkungannya mendukung akan hal itu (pesantren, gereja, vihara, dst). Sehingga pelajar terlibat langsung dengan aktivitas keagamaan.

“Namun yang akan menjadi penghambat adalah jika guru kurang memahami akan hal tersebut, atau jika di suatu desa yang terdapat sekolah namun tidak adanya tempat untuk belajar agama,” jelasnya.

Juga menurut Musa dalam PPK itu bukan hanya mapel agama yang harus dikolaborasikan dengan pihak luar. Bisa saja seperti mata pelajaran PPKn bisa belajar langsung dengan RT, RW, atau stake holder yang lain untuk menguatkan karakter sebagai warga negara indonesia.

Menurut Musa, kesiapan dalam menjalankan kebijakan merupakan hal yang perlu menjadi perhatian. Karena dalam mengimplementasikan kebijakan perlu ada pilot project dari berbagai tipe sekolah.

“Dari yang fasilitasnya lengkap hingga yang mempunyai banyak keterbatasan. Sehingga kebijakan dapat disempurnakan sebelum diimplementasikan secara penuh,” pungkasnya.