Oleh : Kamilatun Nisa

Ketua Koorwil PII Wati Jawa Tengah Periode 2017-2019

Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah SWT. Hanya kepadaNya kami memohon dan hanya kepadaNya kami meminta pertolongan. Kepada Dia yang mengetahui segala isi hati, ku panjatkan tasbih, tahmid dan tahlil. Aku berlindung kepada Allah dari segala kejahatan dan amal buruk yang kuperbuat. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan ketika kami menyimpang.

Tulisan ini dibuat dalam rangka menyabut hari lahir PII Wati yang ke-54.  Ketika mendengar kata PII Wati berarti kita sedang membahas perempuan. Katanya perempuan itu mudah bawa perasaan.  Katanya perempuan itu mudah menangis, bengkok dan mudah patah.  Jika membahas perempuan itu tidak akan pernah habisnya, membahas perempuan itu sangat dalam seperti menyelami samudera. Perempuan itu seperti sebuah misteri, butuh belajar untuk bisa memahaminya. Saya pun seorang perempuan yang kadang masih perlu belajar untuk bisa memahami kondisi perempuan yang lain.  Saya sering kali melihat postingan di internet tentang  jokes  perempuan  yang katanya sangat sulit memahami perempuan apabila dia telah mengucapkan  “terserah”.  Jika ingin benar-benar mengetahui tentang perempuan maka belajarlah,  pahamilah mereka seperti kamu memahami dirimu sendiri.

Namun dari setiap kekurangan yang dimilikinya, perempuan punya peran yang sangat penting dalam  membangun  sebuah peradaban.  Ada pepatah yang mengatakan “wanita adalah tiang negara. Apabila kaum wanita yang ada itu baik, maka baiklah negara itu. Dan apabila ada wanita yang rusak, maka rusaklah negara  itu.”    Kemudian adalagi yang mengatakan bahwa “Ibu (perempuan) adalah sekolah pertama bagi anak -anaknya” dengan kata lain  mendidik  perempuan berarti menyiapkan peradaban, generasi-generasi  yang hebat tentu saja lahir dari perempuan-perempuan yang hebat, menyiapkan perempuan untuk sebuah peradaban  itu tentu saja tidak instan, kita  butuh ilmu dan waktu.  Selama 54  tahun ini PII Wati hadir untuk ikut mendidik dan menyiapkan perempuan tangguh, mendidik dan menyiapkan perempuan untuk siap menjadi perempuan yang  kuat, mendidik dan menyiapkan perempuan untuk berkiprah sesuai fitrahnya. PII Wati memberdayakan fitrah perempuan untuk berkiprah dijalannya, ini adalah tugas yang sangat besar.

Ditengah rumitnya permasalahan perempuan di dunia ini, saya berharap PII Wati bisa tetap menjaga eksistensinya untuk terus bisa memberikan wadah pendidikan nonformal kepada perempuan. Selamat hari lahir yang ke  –  54 PII Wati. Terima kasih atas kontribusinya selama ini, karenanya aku bisa banyak belajar.

All the best