(Supel.id, Jakarta,)- Belum genap satu minggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolahan ternyata sudah dinodai dengan aksi Tawuran Pelajar tepatnya pada hari pertama masuk sekolah  tanggal 16 Juli 2018 sekitar pukul 15.30 di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor

Dalam aksi tawuran tersebut ada sekitar ratusan Pelajar yang terlibat bentrok dari dua kubu SMK yang berbeda di Bogor, mirisnya aksi tersebut seolah sudah direncakan dan beberapa pelajar terbukti membawa senjata tajam seperti Parang, Arit, bahkan samurai. Beruntung aksi tersebut segera dibubarkan paksa oleh warga sekitar.

Masih terjadinya tawuran yang melibatkan pelajar menjadi sebuah perhatian yang serius oleh pemerintah karena telah mencoreng itikad baik dari pendidikan itu sendiri, Dalam penyelenggaraan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan yang  harus memegang beberapa prinsip, yaitu pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Kaderisasi Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia berkomentar,” Apakah sistem pendidikan kita mencetak Preman? bahkan ada yang sampe bawa senjata tajam. Ini adalah PR besar bagi Pemerintah dan kita semua. Sejauh mana kita bisa mengisi ruang pelajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan tersebut seperti yang diamanahakan dalam UU No 20 tahun 2003” sahut Musa sapaan akrabnya kepada tim Supel.id

Ditemui terpisah Ketua Umum PB PII, Husin Tasrik Makruf mengatakan,”Masa remaja dimana anak dalam proses mencari identitas diri. Maka perlu adanya penanaman karakter pada diri Pelajar. Penanaman karakter dimulai dari lingkungan keluarga dan ditambah dari pembinaan di lingkungan sekolah, selain itu juga perlu ada pendidikan lingkar ketiga yang menjadi lingkungan untuk mengarahkan kepada hal yang positif.”

Selain itu Husin juga berpesan kepada seluruh Pelajar untuk tidak terlibat dengan kasus yang serupa dan berpesan untuk meningkatkan prestasi,” Tingkatkan prestasi bangun lingkungan positif agar tidak ada lagi pelajar yang terlibat dalam tawuran” tuturnya