Selamat Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia yang ke 71. Sudahi cerita lama, romantisme itu memang indah, sayangnya kita hidup di masa sekarang bukan di masa lalu. Belajar sejarah baik, lebih baik lagi kita buat sejarah pada zaman ini. Mari merefleksikan gerak PII ke depannya, menjawab tantangan zaman sekarang ini dalam suasana serba teknologi yang dipopulerkan dengan istilah Revolusi 4.0.

PII harus segera bersiap menjadi organisasi arus utama dalam pembinaan pelajar dalam konteks pendidikan dan kebudayaan. Ketika sudah terbiasa menguasai jalur darat dengan training-training, kursus, ta’lim dan sebagainya. Saatnya PII menguasai jalur udara, media sosial (FB, Instagram, Line dll), vlog, youtube karena disanalah aktivitas sasaran dakwah PII sehari-hari dan ini membutuhkan kerja kolektif bukan hanya kader PII yang aktif dari komisariat sampai PB tapi juga harus ada kesadaran yang sama pentingnya penguasaan ruang udara ini secara lintas generasi yakni dengan keluarga besar dan stakeholder yang lain yang memiliki common flatform.

Sasaran dakwah PII sekarang adalah Generasi Z (1995-2010) dan para instruktur dari generasi Milenial (1978-1994) perpaduan dua generasi ini dalam berkolaborasi menentukan proyeksi masa depan PII juga dibina dengan generasi X (1980-an) juga generasi Baby Boomer (1960-an sampai 1980-an awal). Kerjasama lintas generasi mutlak diperlukan.

Setiap zaman ada masanya dan setiap massa ada zamannya kata Yudi Latif. Kersamaan arah tujuan dan pandangan secara kolektif inilah yang menjadi semacam ledakan dahsyat bagi gerakan PII kemudian hari. Masa lalu bagai spion motor ditengok sesekali saja yang terpenting ialah bagaimana kita menatap masa depan dan menjawab tantangan zaman ini.

Ummat Islam menunggu dan kesemuanya prinsipnya ialah dakwah mentransfer nilai-nilai Islam dalam berbagai gerakan dan aktivitas.

Fajar Iman Hasanie
Ketua Bidang Komunikasi Umat PB PII 2017-2020