Ketua I Bidang Kaderisasi Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) Muhammad Musyaddad Zaen mengatakan kasus yang menimpa Hermansyah perlu menjadi perhatian serius bagi Polri.

Menurutnya, Polri melalui Densus 88 sangat sigap sekali dalam mengusut kasus terorisme. sampai dalang di balik kasus itu pun disebutkan.

“Hal ini merupakan salah satu bukti untuk menguji kredibelitas Polri dalam menjalankan fungsinya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” ungkapnya kepada rilis.id, Rabu (13/7/2017)

Seharusnya, lanjut Musa, kesigapan Polri juga perlu ditunjukkan dalam kasus-kasus yang lain, misalnya seperti dalam kasus pembacokan Hermansyah.

“Adakah dalang di balik peristiwa terseut? Terus apa motifnya? Apakah kasus terseut hanya sebatas upaya pembegalan biasa?” imbuhnya.

Ia menerangkan, perlu penyidikan yang serius dalam kasus ini. Karena jika penyidikan ini tidak dilakukan dengan serius atau hanya sebatas tangkap pelaku pembacokan, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri sebagai pengayom dan pelindung serta pemberi rasa aman semakin lama akan pudar.

“Dan ini sangat berbahaya jika sampai demikian. Kasus yang serupa juga pernah terjadi pada saat penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Apakah kasus tersebut sebatas emosional pelaku terhadap Novel? Adakah motif lain di balik itu?” jelasnya.

Hal itu, menurutnya yang harus menjadi perhatian serius bagi Polri. Independensi Polri sebagai aparat penegak hukum perlu menjadi contoh terhadap tegaknya hukum di Indonesia secara penuh.

“Perlu menjadi perhatian juga bahwa pemindahan perawatan Hermansyah dari RS. Hermina Depok menuju RSPAD yang dikawal ketat oleh pasukan TNI. Saya rasa hal tersebut merupakan sindiran keras bagi Polri. Keamanan terhadap masyarakat yang seharusnya menjadi tanggung jawab Polri seakan diambil alih TNI,” tutupnya.