Muhammad Musyaddad Zaen, Ketua Bidang 1 Perkaderan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia menerangkan, momentum awal kepengurusan baru ini akan membahas mengenai kebangkitan nasional dengan konsentrasi dalam bidang pendidikan.

“Pendidikan merupakan pondasi dasar untuk membentuk karakter pelajar. Maka kebangkitan pendidikan nasional adalah spirit bangsa untuk sadar akan pentingnya belajar dan membelajari.” ujarnya kepada rilis.id, Senin (22/5/2017).

Menurutnya, sebagai organisasi pelajar tertua di Indonesia, PII berkomitmen untuk terus membina generasi, melalui sistem kaderisasi dan struktur organisasi.

“Sejatinya pelajar merupakan investasi jangka panjang sebuah bangsa, Pelajar Islam Indonesia harus dapat hadir sebagai solusi terbaik dalam menjawab permasalahan tersebut,” tegas Musa.

Musa menerangkan, perlu dibangkitkan kembali semangat ‘Pelajar berkarya’ karena hal tersebut untuk membangun bangsa Indonesia yang mandiri.

Untuk memacu hal tersebut, menurutnya, PII sebagai organisasi yang konsen dalam kerja-kerja kaderisasi dan juga pembinaan terhadap generasi muda pelajar sangatlah cocok untuk dijadikan wadah bagi para pelajar untuk berkarya.

Sementara Husin Tasrik Makrup Nasution, Ketua Umum PB PII, berharap generasi muda di seluruh Indonesia? bisa mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Hal ini guna tercapainya cita-cita untuk menghasilkan sebuah bangsa yang berkeadaban dan berdaya saing, melalui pendidikan yang berkualitas.

“PB PII menginginkan terjadi kesetaraan hak bagi setiap anak bangsa untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.

Dia berpendapat, hanya dari sektor pendidikan, sebuah bangsa dapat memiliki peradaban yang kokoh dan memiliki jati diri yang dapat berdaya saing.

“Jangan sampai dosa para orang terdidik itu terus mengalir karena membiarkan generasinya tidak terdidik,” tegas Husin.