Supel.id,Ternate.- Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Maluku Utara memperingati Hari Bangkit (Harba) ke-71 Pelajar Islam Indonesia. Acara Harba yang berlangsung di Landmark Kota Ternate dihadiri oleh kader PII se- Maluku Utara, Perhimpunan Keluarga Besar PII yakni Din Senen, Jufri Dokumalamo yang juga sebagai Wakapolres Ternate dan keluarga besar lainnya. Turut hadir juga pimpinan OKP/Ormas dalam Wilayah Maluku Utara dan tamu undangan pada umumnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), yakni Fahrunisa Alfarabi sekaligus membacakan pidato Harba PII Ke-71 di depan kader PII dan tamu undangan.

Acara yang berlangsung di tempat terbuka Landmark Kota Ternate Maluku Utara berjalan dengan lancar, meriah dan penuh antusias dari seluruh kader PII dan tamu undangan yang ada.

Dalam Laporan Humaira Dj Abdullah biasa disapa Rara siswa kelas 1 MAN 1 Kota Ternate selaku ketua panitia pelaksana Hari Bangkit PII ke-71, selain menyampaikan ucapan terimakasih keapada semua pihak yang turut berpartisipasi dan membantu menyukseskan kegiatan tersebut, Humaira yang juga koordinator Daerah Badan Otonom Korps PII Wati Kota Ternate memaparkan sejarah singkat Pelajar Islam Indonesia (PII). Humaira mengurai bahwa PII lahir atas dasar kegelisahan sesosok intelektual muda bernama Joesdie Gazali dan beberapa kawan-kawan seperti Anton Timur Djaelani. Mereka resah terhadap kondisi bangsa saat itu, terlebih khusus para pelajar yang terpecah belah dan saling menghujat antara satu dengan yang lain. kegelisahan itulah kemudian Joesdie Gazali melakukan itiqaf di Masjid Kauman Jogjakarta sehingga tepat pada tanggal 4 Mei 1947 lahirlah sebuah organisasi diberi nama Pelajar Islam Indonesia (PII).

Selain itu beliau menyampaikan Hari Bangkit ke-71 sebenarnya digelar pada tanggal 4 Mei 2018 yang merupakan tanggal tepat lahirnya PII. Namun ada beberapa pertimbangan, sehingga disepakati acaranya dilaksanakan pada minggu malam 06 Mei 2018 di Landmark Kota Ternate.

Sadam Hardi selaku Sekretaris Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Provinsi Maluku Utara menyampaikan bahwa “Harba PII kali ini skemanya beda seperti tahun-tahun yang lalu. Hari Bangkit PII ke-71 yang digelar oleh Pengurus Wilayah PII Maluku Utara dilaksanakan di tempat terbuka (Landmark) merupakan momentum untuk mempublikasikan kepada seluruh masyarakat tentang PII. Masayarakat harus tahu bahwa PII merupakan suatu organisasi kader yang telah lama lahir di negeri ini. Sejak tahun 1947 hingga kini tentunya PII sudah banyak melahirkan generasi-generasi terbaik dari rahimnya”.

Sadam Hardi tamatan S1 Universitas Muhammadiyah Maluku Utara menyampaikan bahwa “PW PII Maluku Utara dibawah kepemimpinan Wahyu Talib bertekad saatnya PII Maluku Utara harus bangkit dan melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Semoga Harba PII ke-71 kali ini bisa membangkitkan semangat juang para seluruh kader PII di tanah air dan pada khususnya Maluku Utara”.

Sadam Hardi menjelaskan Harba PII adalah momentum merefleksikan kembali nilai juang PII dalam pusaran sejarah sekaligus kesempatan menjalin silaturrahmi para kader, baik pengurus, keluarga besar (KB) PII, bahkan seluruh kader yang tidak aktif. Harba PII juga merupakan ajang untuk merefresh atau menyegarkan kembali semangat juang para seluruh kader dalam mengemban misi dan cita-cita PII yakni “Kesempurnaan Pendidikan dan Kebudayaan Yang Sesuai Dengan Islam Bagi Segenap Bangsa Indonesia dan Umat Manusia.

Sadam Hardi juga menyampaikan bahwa Peringatan Hari Bangkit PII ke 71 yang digelar oleh Pengurus Wilayah PII Maluku Utara ini juga merupakan momen konsolidasi kepada seluruh kader PII Maluku Utara agar berperan aktif dan turut berpartisipasi mensukseskan Maluku Utara sebagai tuan rumah Muktamar Nasional PII di tahun 2020 nanti.