Muslim Youth Forum (MYF) on International Issues berkerjasama dengan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) mengadakan Dialog Series edisi Ramadhan. Kegiatan tersebut adalah kegiatan diskusi sekaligus dialog bersama kedutaan besar negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan serta gagasan tentang dunia Islam, pendidikan, politik, sejarah, budaya dan lain-lain kepada generasi muslim Indonesia. Sehingga wawasan generasi muslim Indonesia bisa semakin luas dan terbuka.

Untuk dialog series pertama edisi Ramadhan dilaksanakan di Kedutaan Besar Negara Republik Azerbaijan, pada Kamis (24/5).

Dialog series pertama ini membahas banyak hal, mulai dari persoalan dunia Islam, politik, sejarah, budaya, sampai tantangan dunia Islam antara Indonesia dan Azerbaijan.

Duta besar Republik Azerbaijan untuk Indonesia, Tamerlan Garayev, menjelaskan bahwa ada beberapa hal menarik dari sejarah Azerbaijan yang tidak banyak orang mengetahui. Salah satunya adalah sejarah dimana sesungguhnya Azerbaijan lah negara muslim pertama yang menjadi negara demokratik di dunia.

“Karena masyarakat Azerbaijan sejak dulu sangat mengedepankan pendidikan”, jelas Duta Besar Azerbaijan saat menjawab pertanyaan salah satu audien tentang kenapa lebih memilih untuk menjadi negara demokratik dibanding negara Islam.

Selain itu Duta Besar juga bercerita tentang sejarah Azerbaijan dimana sejarah pertama Opera dan kisah Laila-Majnun juga berasal dari sejarah besar Azerbaijan. Ia menjelaskan bahwa Indonesia dan Azerbaijan memiliki kedekatan sejarah dimana Syekh Maulana Malik Ibrahim atau biasa disebut Sunan Gresik, salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam di Indonesia juga berasal dari Azerbaijan.

Keterkaitan sejarah tersebut menjadikan hubungan diplomatik Indonesia-Azerbaijan sangat erat. Apalagi Azerbaijan juga merupakan negara yang multikultur, sama seperti Indonesia. Bahkan hari ini salah satu Universitas Negeri di Azerbaijan sudah memiliki jurusan Bahasa Indonesia.

“Sudah 10 Tahun lamanya, Universitas di Azerbaijan memiliki jurusan Bahasa Indonesia”, jelas Tamerlan Garayev saat menjelaskan ketertarikan Azerbaijan terhadap Indonesia.

Ketua Umum PB PII Husin Tasrip Makrup menyatakan kegiatan kunjungan dengan kedutaan Azerbaijan dimaksudkan juga untuk menjajagi kemungkinan kerjasama umat Islam Indonesia khususnya kalangan muda dengan Azerbaijan.

“Azerbaijan merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim yang belum banyak dikenal di Indonesia. Kerjasama dengan Azerbaijan akan memperluas wawasan dunia Islam bagi masyarakat Indonesia”, kata Husin.

Kegiatan dialog series MYF diakhiri dengan Buka Puasa Bersama dan Sholat Maghrib berjama’ah serta ditutup dengan sesi foto bersama.