Karya : Anja Hawari fasya

Riuh rindu menggebu syahdu
Dalam sunyiku mengenang
Apa kabar tuan-tuan ?
Apa kabar medan perang ?

Balutan perjuangan masih terasa
Deru ombak kata masih meriuh
Kemarilah wahai jiwa-jiwa pemenang
Kan kudekap erat raga penenang

Wahai jiwa-jiwa yang besar
Ajarkan aku arti pengorbanan
Menjerit, menangis untuk bangsa
Berjalan, berlari untuk agama

Wahai jiwa-jiwa yang mulia
Ajarkan aku arti pengertian
Mantra sakti mantra guna
Gagasan baru penggugah dunia

Kala malam tiba menyerang
Ku duduk membaca goresan pena
Mengutip kata penuh gelora
Tuk diceritakan esok siang
Namun sesal yang kurasa
Setiap kuceritakan pada mereka
Mereka selalu berkata
‘’ini hanya kisah lawas belaka’’

Sakit pilu biru bertalu-talu
Setiap kuceritakan pada mereka
Mereka selalu berkata
‘’ini hanya retorika dungu’’

Apa kabar tuan-tuan?
Dengarlah senandung hati
Jeritan senyap bertabur sunyi
Ditengah-tengah keramaian ibu pertiwi

Apa kabar tuan-tuan ?
Apa kabar medan perang ?
Senandung hati membabi buta
Meronta-ronta tapi membisu

Apa kabar tuan-tuan ?
Apa kabar medan perang ?
Senandung hati menangis sedih
Bersimpuh lesu ingin merdeka