Sobat supel.id

Prosesi pelantikan PB PII Periode 2017-2020, dibawah nahkoda Husin Tasrik Makrup Nasution sebagai Ketua Umum, Sureza Sulaiman sebagai Ketua Korps Brigade dan Haslinda Satar sebagai Ketua Korps Brigade PII Wati, yang digelar sabtu, 05/08/2017di gedung Indosat, Jakarta Pusat.

Pengurus Besar (PB) Pelajar Islam Indonesia (PII) periode 2017-2020 memprioritaskan program pengembangan literasi pelajar lewat penciptaan ekosistem literasi sekolah berbasis komunitas dan ektrakurikuler. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PII Aris Darussalam disela acara pelantikan PB PII periode 2017-2020 pada Sabtu 5 Agustus 2017 di Gedung Pusat Indosat Jakarta Pusat.

“Insya Allah PII akan hadir dan memprioritaskan program pengembangan literasi. Tahap implementasinya Kader-kader PII se-Indonesia didorong menjadi inisiator pembentukan komunitas-komunitas baca dan menulis, dan pembentukan ekskul jurnalistik di sekolah,” ujar Aris pada Pelajarnews.net di, Jakarta.

Pihaknya juga akan mendukung wacana Presiden Jokowi terkait pendistribusian buku-buku gratis melalui PT Pos Indonesia. “Tentunya gerakan literasi sekolah kedepan akan sangat terbantu dengan upaya pemerintah mendekatkan buku-buku berkualitas di kalangan pelajar,” paparnya.

Gerakan literasi sekolah (GLS) inisiatif pemerintah, dinilai Aris dapat menstimulasi lahirnya generasi yang tercerdaskan dikemudian hari. Bangsa Indonesia sudah menjadi bangsa yang rugi karena mengalami penurunan dalam hal literasi. Dia mengatakan, PII dalam hal ini, tentu harus mendukungnya, mewujudkan cita-cita kemerdekaan untuk mencerdaskan bangsa melalui transformasi literasi yang lebih nyata.

“Seluruh kader mulailah membaca dan menulis, membaca buku-buku pencerah cakrawala, menulis buku harian.Dengan begitu akan memupuk semangat menulis menjadi sebuah kebiasaan. Membaca, menulis, jadilah generasi tercerahkan,” pesan Aris bersemangat.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengharapkan organisasi kepemudaan seperti Pelajar Islam Indonesia (PII) diharapkan melakukan pembinaan di sekolah lagi. Organisasi tersebut dapat mengisi hari libur ketika sekolah lima hari diterapkan.

Menurut Muhadjir, organisasi eksternal sekolah dapat membantu pemerintah menguatkan pendidikan karakter di Indonesia. Namun, PII harus mengedepankan moderasi, kesetiaan kepada nusa dan bangsa, serta  tetap setia pada ajaran Islam.

“Nanti secara bertahap sekolah akan masuk lima hari. PII bisa masuk Sabtu atau Ahad untuk melakukan kaderisasi di sekolah, dengan begitu, kenakalan remaja di Indonesia bisa ditekan,” papar Muhadjir saat memberikan orasi pendidikan dihadapan para alumni dan ribuan peserta pelantikan dari berbagai kabupaten/kota yang memadati gedung.

Acara tersebut berlangsung meriah dengan festival pelajar yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy, Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, dan Ketua Umum PP KB PII Nasrullah Larada.(gun/pn)