Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:0cm;
mso-para-margin-left:2.0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
text-align:justify;
text-indent:-21.25pt;
line-height:150%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Cara Pandang Islam dalam Membedah masalah Hukum Internasional

 

            Pasa dasarnya hukum sudah melekat dalam kehidupan bermasyarakat,tetapi pada zaman sekarang realitasnya sering melakukan kesalahan hukum seperti  membunuh dan  sudah menjadi hal yang biasa serta sering di lakukan.Hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional. Pada awalnya, Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antarnegara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan pada batas tertentu, perusahaan multinasional dan individu. Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa atau hukum antarnegara. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antarbangsa atau hukum antarnegara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara.        

      Bisa kita ambil satu kasus hukum yaitu pembunuhan Jurnalis Arab .Ketua komisi HAM PBB menyerukan adanya penyelidikan internasional untuk adanya penyelidikan internasional untuk mengungkapkan pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.Pernyataan terjadi setelah Jaksa penuntut Turki mengajukan permohonan untuk menangkap dua orang kepercayaan Putra Mahkota Mohammed bin Salman .Dua orang kepercayaan itu adalah mantan penasihat bidang komunikasi Saudi al-Qahtani dan mantan wakil kepala intelijin Jendral Ahmed al-Assiri.Jaksa penuntut menyimpulkan terdapat dugaan kuat Qahtani dan Assiri terlibat dalam merencanakan pembunuhan terhadap Khashoggi. Mereka di pecat dari jabatannya setelah Riyadh mengakui kolumnis The Washington post itudibunuh di dalam Gedung konsulat.Selaiitu,Ankara juga meinta Saudi melaksnakan ekstradisi 18 pelaku, dimana 15 di antaranya merupakan timeksekutor yang membunuh Khashoggi di Istanbul.

            Dari kasus di atas yaitu tentang pembunuhan berencana bisa kita simpulkan pandangan islam terhadap pembunuhan itu.Pada dasarnya tidak ada satupun agama di dunia ini yang menghalalkan pembunuhan, sebab tujuan agama adalah untuk perdamaian, menyebarkan kasih sayang, dan mengatur tatanan sosial agar lebih baik. Begitu pula dengan doktrin agama Islam, sejak awal penurunannya sudah ditegaskan bahwa Islam mengemban visi kerahmatan (QS: al-Anbiya’: 107). Sehingga hampir tidak ditemukan pembenaran kejahatan dalam ajaran Islam. Dengan demikian, bila ada sekelompok orang  melakukan kejahatan dengan mengatas namakan Islam, ketahuilah bahwa apa  yang mereka lakukan itu sangat bertentangan dengan filosofi Islam sendiri.Dalam al-Qur’an juga di jelaskan dalam QS: Al-Maidah: 32

“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”

            Ayat ini adalah salah satu contoh ancaman Islam atas setiap pembunuhan yang dilakukan dengan semena-mena. Membunuh satu orang manusia ditamsilkan dengan membunuh semua manusia. Karena setiap manusia pasti memiliki keluarga, keturunan, dan ia merupakan anggota dari masyarakat. Membunuh satu orang, secara tidak langsung akan menyakiti keluarga, keturunan, dan masyarakat yang hidup di sekelilingnya. Maka dari itu, Islam menggolongkan pembunuhan sebagai dosa besar kedua setelah syirik .Aturan ini tentu tidak hanya di khususkan untuk umat Islam saja dan bukan berati non-muslim dihalalkan darahnya,karena misi kerahmatan yang dibawa Islam tidak hanya untuk orang Islam semata, tetapi untuk seluruh semesta.

Sumber:JENEWA.KOMPAS.com