Sebagaimana kita ketahui, Allah telah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk untuk manusia. Al-Qur’an berarti “yang dibaca” atau “bacaan”. Sedangkan menurut istilah adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman Allah SWT, yang diwahyukan dalam bahasa Arab kepada Nabi Muhammad SAW dan membacanya bernilai ibadah.

Didalam falsafah gerakan Pelajar Islam Indonesia, Al-Qur’an adalah kalam ilahi yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia dalam hidup dan kehidupannya.

Al-Qur’an mempunyai kedudukannya sebagai sumber utama hukum islam. Hukum¬† Islam adalah hukum Ke-Tuhanan, Allah telah mensyari’atkan kepada para hambanya. Al-Qur’an merupakan dalil pokok dan merupakan jalan untuk mengetahui hukum-hukum ini. Al-Qur’an adalah firman Allah yang merupakan jalan pertama untuk mengetahui hukum-hukum-Nya. Alasan yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia dan hukum-hukum yang ada di dalamnya merupakan undang-undang yang wajib dita’ati. Sebab kebenaran Al-Qur’an tidak ada keraguan di dalamnya. Allah SWT berfirman “itulah kitab (Al-Qur’an) tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. Al-Baqoroh:2).

Setiap muslim tentu menyadari bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan pedoman hidup dan dasar setiap langkah hidup. Al-Qur’an bukan hanya sekedar mengatur hubungan antara manusia dengan Allah SWT, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia serta dengan lingkungannya. Itulah sebabnya Al-Qur’an menjadi sumber hukum yang pertama dan utama bagi umat Islam. Seseorang dikatakan berpegang teguh pada Al-Qur’an apabila selalu mengamalkan apa yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Dengan Al-Qur’an manusia bisa memiliki akhlaq terpuji. Karna pada Al-Qur’an juga diajarkan bagaimana bersikap, bertindak, serta bagaimana cara beramal ma’ruf nahi munkar.