Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,sans-serif;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Berbicara tentang lingkungan hidup, itu yang berarti membahas tentang hubungan manusia dengan alam atau manusia dengan sesamanya, hubungan kebersamaan dalam ketundukan kepada Allah SWT.

Manusia diperkenalkan oleh Allah sebagai Makhluk hidup. Dan sekuruh alam raya ini di ciptakan untuk di gunakan oleh seluruh manusia dalam melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, hingga ia mencapai pada tujuan penciptaannya. Semua yang diciptakan oleh Allah untuk suatu tujuan “ dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada- Ku” QS Adz- Dzariat : 27.

Agama Islam menegaskan pula bahwa manusia atau makhluk hidup di tugaskan Allah juga sebagai menjadi Khalifah di bumi, penjelasan ini tertera dalam surat Al- Baqarah ayat 30. Dan Islam juga lebih menekankan agar ummatnya mencontoh Nabi Muhammad yang telah membawa rahmat-Nya untuk seluruh alam di muka bumi/

Dalam pandangan agama Ialam, manusia dituntut untuk mampu menghormati segala proses- proses yang sedang tumbuh dan yang berkembang. Etika dalam agama Islam terhadap alam menghantarkan manusia untuk terus bertanggung jawab, sehingga ia tidak dapat melakukan perusakan atau dengan kata lain “setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia itu sendiri”. Dan bahkan Allah pun sudah banyak mengecam sikap- sikap manusia yang merusak bumi.

Sikap yang di ajarkan oleh agama islam ini, tentu ya tidak sejalan dengan dengan sikap yang memandang alam semata- mata hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia saja. Tapi, sikap yang diajarkan oleh agama islam ini terhadap alam di muka bumi seperti sabda Nabi Muhammad SAW “ tiada kebaikan dalam pemborosan dan tiada pemborosan dalam kebaikan” dan “ sesungguhnya orang- orang yang boros adalah saudara- saudara Setan”. Yang demikian adalah penjelasan bahwa menghantarkan manusia untuk membatasi diri sehingga tidak terjerumus dalam pemborosan.

Berikut landasan- landasan berpijaknya manusia guna tercapainya kelestarian lingkungan:

1.     1.  Barangsiapa yang memperbaiki (menyuburkan) tanah bukan milik seseorang, makai ia berhak memanfaatkan tanah itu

2.    2.   Hindarilah dua macam ini yaitu membuang kotoran di jalan dan ditempat orang- orang berteduh

3.    3.   Janganlah kalian membuang air kecil pada air yang tergenang, dan mandi pula disana

Demikian sedikit petunjuk agama yang berkaitan dengan lingkungan hidup. (ghina)