Kita ketahui Bersama Bahwasannya manusia adalah mahluk social. Dalam geraknyapun tidak sedikit yang harus membutuhkan  bantuan orang lain. Manusia juga adalah mahluk yang diciptakan tuhannya untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Dalam kehidupannya, akan hadir yang namanya cobaan dan rintangan. Dalam suatu kejadian seorang manusia yang dihadapkan dengan sebuah masalah yang cukup berat dimana kondisi itu memaksa dirinya untuk menerika sebuah hujatan dan hinaan. Tindakan yang akan muncul dipastikan ada 2, yaitu membalas atau menerimanya dengan kesabaran, allah Berfirman dalam surat an-nahl ayat 126 “ dan jika kamu memberi balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpa kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabra “.

Sejatinya cobaan itu hadir untuk manusia yang mampu melewatinya. Karna Allah SWT tak memberi Cobaan yang Diluar dari kemampuan hambanya. Allah SWT selalu memberikan rahmatnya kepada kita tanpa henti dan tanpa butuh apapun dari kita manusia ciptaanya. Dalam keseharian hidup kita akan banyak makna yang bisa kita petik mestinya. Dengan kesabaran dan rasa syukur maka hidup tenang itu pasti. Dalam sebuah kasus lain, seorang manusia yang tertimpa musibah kecelakaan dan mengharuskan kakinya di amputasi. Dengan sabar menerikanya kita dapat menginstropeksi diri, apakah kita selalu bersukur akan nikmat allah sebelum ujian itu hadir. Dan mestinya dalam hidup, baiknya kita memandang ke bawah agar kita bersyukur. Dan berharap keatas agar kita bersabar. Niscaya semua masalah akan indak kita lewati. Sebuah kebaikan yang kita lakukanpun, tak selamanya akan langsung dibalas untuk jasad kita, mungkin allah punya cerita lain, allah membalas kesabaran kita dengan sesuatu yang tak pernah kita bayangkan.