Dewasa ini kita menyaksikan dua negara dengan ekonomi terbesar dunia antara America Serikat dan China yang sedang panas membahas Perang Dagang.

Presiden AS Donald Trump kekeh enggan menemui Presiden China Xi Jinping sebelum adanya kesepakatan perang dagang antara kedua negara.

Putaran pembicaraan yang sebelumnya berlangsung di Washington, AS, berakhir tanpa kesepakatan.

Liu, kepala negosiator perdagangan China yang bertemu dengan Donald Trump mengatakan penyelesaian akhir dari perselisihan perdagangan akan bergantung pada pertemuan dengan Presiden Cina Xi Jinping dalam waktu dekat.

Namun, Trump mengatakan ia tidak berharap untuk bertemu dengan rekannya dari China sebelum gencatan senjata perdagangan berakhir pada 1 Maret.

Kedua negara tersebut adalah negara yang menganut paham kapitalisme, yang hanya difikirkan adalah bagaimana caranya merauk keuntungan atau uang sebanyak-banyaknya. Kedua negara ini memiliki ego nya masing-masing hingga sulit sekali untuk menengahi kedua negara tersebut.

Padahal dalam Islam, dalam buku kitab Murthadha muthahhari yg berjudul pengantar ilmu-ilmu Islam dalam bab VI Perjanjian.

kitab ini membahas masalah jual-beli (perdagangan). Dalam kitab ini juga dijelasan terkait dengan Kitab Jual-Beli perlaihan yang merugikan, peralihan yang menguntungkan dan peralihan tanpa keuntungan pun juga dibahas. Apa yang dimaksud peralihan yang menguntungkan (murabihah)  disini adalah bahwa seorang melakukan suatu transaksi dan kemudian, setelah mendapatkan keuntungan tertentu kemudian menyerahkanya kepada orang lain. perihal yang merugikan (muwadah) adalah kebalikanya, artinya suatu transaksi dialihkan kepada orang lain setelah menderita kerugian tertentu. Dan apa yang dimaksud peralihan tanpa keuntungan (tuwliyah) adalah suatu transaksi dialihkan kepada orang lain dengan tidak mendapatkan keuntungan atau menderita kerugian. Jika kedua negara memakai kitab jual beli (kitab al-bay’i) maka akan menemuka solusi terbaik dari keduanya. Akan tetapi kedua negara ini selalu memakai paham kapitalis. Keduanya hanya mementingkan ego masing-masing, yang mereka inginkan hanya keuntungan tanpa mementingkan pihak yang lain. 

Negara-negara yang mengharapkan terkait perdamaian untuk kedua negara ini Pun belum bisa menjadi penengah. Padahal jika kita melihat dari sisi yg lainya, yaitu perdamaian. Dalam Kitab perdamaian (sulh), dalam kitab sulh lazimnya terjadi sebagai sebuah penyelesaian persengketaan atau ketidaksepakatan.


Pemerintahan Trump menuntut perubahan besar dari China untuk mengatasi praktik komersial yang dianggap sangat tidak adil. Hal itu termasuk pencurian kekayaan intelektual AS. Menurut mereka, banyak hambatan yang dihadapi AS dan perusahaan asing lainnya di pasar domestik China.

Islam mengajarkan jalan tengah, untuk menyelesaikan suatu konflik dengan bermusyawarah dan menhasilkan keputusan mufakat (bersama) tapi apalah artinya jika materi sudah membutakan segalanya, tanpa adanya musyawarah permasalahan akan tetap terjai dan konflik pun akan selalu.

Pemerintahan Trump menuntut perubahan besar dari China untuk mengatasi praktik komersial yang dianggap sangat tidak adil. Hal itu termasuk pencurian kekayaan intelektual AS. Menurut mereka, banyak hambatan yang dihadapi AS dan perusahaan asing lainnya di pasar domestik China.