Pendidikan tidak merubah dunia, tapi pendidikan merubah manusia, dan manusia merubah dunia. Begitulah perkataan Paulo Freire tentang pendidikan. Saya bukan pengagum Paulo Freire yang banyak berbicara tentang pendidikan yang membebaskan. Setalah ditelusuri dan merefleksikan apa yang sekarang saya rasakan di PII, ternyata ada gagasan pemikiran Paulo Freire dalam konsep pendidikan kaderisasi yang dilakukan oleh PII. Problem possing education (pendidikan hadap masalah), salah satu yang dihadapkan di dalam kaderisasi PII (training, ta’lim, dan kursus) pasti akan dihadapkan dengan problem approach. Saya tidak akan membahas tentang gagasan Paulo Freire di sini. 

Paulo Freire memberikan pelajaran pada kita tentang arti pentingnya kita menyuarakan tentang pendidikan. Berkat menyuarakan kondisi pendidikan kala itu di Brazil, Paulo Freire dapat mengangkat pendidikan yang ternyata menjadi tempat penindasan. 

Memang bisa jadi kondisi pendidikan kita saat ini tidak seperti Brazil kala itu. Namun kita patut mereflesikan apa yang telah kita dapat dari pendidikan di negeri ini. Banyak hal yang mewarnai dunia pendidikan kita saat ini, ternyata hal negatif juga kerap menghinggap dalam dunia pendidikan negeri kita ini. 

Dalam Harba ke-72 PII kali ini buku “Titik Sempurna, Pendidikan Berkeadaban dan Berkeadilan : Saatnya Pelajar Bicara” memberikan ruang kepada kita agar kita sebagai kader PII lantang menyuarakan pendidikan kita hari ini. Gagasan dan ide yang kita lakukan di PII harus kita satukan dan kita abadikan dalam tinta tulisan.