Ternate (31/1) – Dalam rangkaian opening Konferensi Wilayah ke-15 Pelajar Islam Indonesia (PII) Maluku Utara yang ada diadakan di Hotel Bukit Pelangi Kota Ternate pada Kamis (31/1), Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Maluku Utara mengadakan Bacarita Pemilu 2019. 

Dengan tema Konwil “Transformasi trikomitmen PII, dalam membentuk Maluku Utara Berkemajuan” memberikan ruang aktualisasi dari trikomitmen PII (kepelajaran, keislaman, dan keindonesiaan) PII sangat perlu menguatkan peran-peran pelajar. 

Pelajar sebagai salah satu elemen yang masuk sebagai pemilih pemula dan masuk sebagai generasi milenial harus dikuatkan peran mereka dalam partisipasi pemilu. Dalam data DP4 ada sekitar 5 juta pemilih pemula yang total pemilih nasional ada sekitar 182 juta, cukup berperan untuk menentukan suara pemilu.

Sebelum masuk dalam acata Bacarita Pemilu 2019, opening ceremony konwil telah dibuka oleh Syafrida Yulia Panjaitan mewakili PB PII. Selain membuka konferensi wilayah Syafrida menyampaikan bahwa sekarang korpus PII Wati sedang memperjuangkan penolakan terhadap RUU P-KS yang sedang santer dibicarakan, karena berpotensi membuka peluang besar free sex dan LGBT. 

Dalam Bacarita Pemilu 2019 turut mengundang Aslan Hasan (Bawaslu Maluku Utara), Dr. Herman Oesman (sosiolog), Abdullah Bandang (mantan ketua KPU Kota Ternate), dan Dedi Nur Sidik (PB PII) dengan moderator Sadam Hardi.