Tak terasa kita akan mengumandangkan lagi Mars 4 Mei. Memang Mars 4 Mei tidak seperti Mars PII yang setiap acara PII pasti dinyanyikan. Mars 4 Mei mengingatkan bahwa PII dari waktu ke waktu, dari tahun ke tahun tetap eksis memberikan warna di negeri persada Indonesia. Tujuh puluh dua tahun yang lalu suasana zaman yang berbeda dari sekarang menjadikan para Joesdi Ghozali tergerak untuk menyatukan kalangan pelajar kala itu. Tak terasa ternyata PII sudah melahirkan banyak generasi untuk bangsa ini. 

4 Mei 2019 kali ini PII akan menginjakan umurnya yang ke-72 tahun, umur yang bisa dibilang tua. Kalo seseorang berumur 72 tahun pasti sudah menginjak usia senja, di mana sudah banyak diwarnai pengalaman hidup. Bagi PII harusnya sudah banyak dilewati, dari masa ke masa diwarnai perbedaan zaman. Bagi kita yang masih berkiprah di PII kita melewati zaman era yang seperti ini, ada yang mengatakan era revolusi industri 4.0. Tahun awal PII beridiri masuk dalam masa orde lama. Begitu juga dengan tahun 50’an, 60’an, 80’an, 90’an semuanya mengalami perbedaan tidak,  semuanya sama dalam kondisi dan keadaan di negeri ini. 

Di Hari Bangkit ke-72 tahun Pelajar Islam Indonesia kali ini diperingati di Kota Minyak. Tahu gak Kota Minyak itu kota apa ? 
Yupz.. Sorong tepatnya, salah satu kota yang ada di provinsi Papua Barat. Papua Barat dengan segala keunikannya salah satunya Kota Sorong. Di Kota Sorong kita bisa naik taksi (angkot), dan jangan merasa kepanasan kalo di kota Sorong. Sudah pasti kalo julukannya Kota Minyak. 

Hari Bangkit Nasional (HARBANAS) ke-72 tahun Pelajar Islam Indonesia mangangkat tema “Merawat Indonesia dengan Pendidikan Berkeadaban dan Ekonomi Berkeadilan”. Memuat semangat kolaboratif milenial, di mana milenial harus senantiasa turut aktif dalam semangat membangun Indonesia. Selain momen Harba PII, ada momen yang tak kalah familiar bagi dunia  pendidikan kita yaitu Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Bisa dikatakan Mei merupakan bulan penuh makna bagi kita (pelajar). 

Rangkaian acara Harbanas kali ada Student Edu-preneur Camp 2019 (SEC 1.0) yaitu sebuah forum pemuda (pelajar & mahasiswa) yang bergerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi dalam gerakan sosial. Di mana pemuda (pelajar & mahasiswa) merupakan usia produktif sehingga harus ditingkatkan kompetensinya. Untuk itu SEC 2019 berharap dapat menjadi wadah dalam meningkatkan semangat pelajar yang mempunyai jiwa enterpreneur. Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional yang merupakan educator & enterpreneur.  Acara ini dilaksanakan  pada Sabtu, 4 Mei 2019 di Gedung ACC Masjid Raya Al-Akbar Kota Sorong dengan melibatkan palajar dan mahasiswa se-Sorong Raya. 

Di momen Harba kali ini juga memberikan ruang literasi yaitu dengan hadirnya buku “Pendidikan Berkeadaban dan Berkeadilan : Saatnya Pelajar Bicara”.  Kiprah PII bersentuhan dengan pendidikan sudah semestinya kita suarakan dalam sebuah tulisan abadi dan kondisi pendidikan saat ini apapun itu harus kita suarakan. PII harus menggaungkan pendidikan yang berkeadilan dan berkeadaban, jangan lagi ada anak bangsa tidak bisa mengenyam pendidikan, dan hal lain tentang pendidikan kita saat ini.