Pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang saling membantu sama lain bukan hidup antar individu saja, sehingga dari situlah akan menimbulkan sifat kepedulian terhadap sesamanya , dalam abad pertengahan, manusia dipandang sebagai salah satu mahluk ciptaan tuhan yang melebihi mahluk-mahluk lainnya.

 Pandangan yang sejalan dengan keyakinan agama serta menganggap bahwa bumi tempat manusia hidup merupakan pusat dari alam semesta tapi pandangan ini digoyahkan oleh galileo yang membuktikan bahwa, bumi tempat tinggal manusia, tidak merupakan alam raya.

 Ia hanya bagian kecil dari planet-planet yang mengitari matahari pandangan yang didukung penelitian ilmiah ini, bertentangan dengan penafsiran kitab suci (kristen) dan membuka satu lembaran baru dalam sejarah manusia bjkarat yang menimbulkan krisis keimanan dan krisis lainnya.

Disusui kemudian dengan teori evolusi yang dikemukakan oleh darwin segi-segi negatife dari teori ini bukannya hanya diakibatkan oleh teori tersebut, tapi lebih banyak lagi diakibatkan oleh kesan-kesan yang ditimbulkannya dalam pikiran masyarakat serta para ahli pada masanya dan masa sesudahnya.

 Dari darwin perjalanan dilanjutkan oleh sigmund freud yang mengadakan pengamatan terhadap kelompok orang-orang sakit (abnormal) dan yang pada akhirnya berkesimpulan, bahwa manusia pada hakikatnya adalah “mahluk bumi” yang segala aktivitas-aktivitas bertumpu dan terdorong oleh libido.

Ini berdasarkan karangan buku qudraisyhab dan padahal teori darwin sendiri telah  dibantah oleh surah al-alaq  yaitu allah menciptakan manusia dari segumpal darah  maka dari itu manusia bukan berasal dari evolusi hewan meskipun manusia punya sifat seperti hewan yaitu hawa nafsu, tetapi bukan berarti manusia bisa seenaknya menggunakan hawa nafsunya.

 Dalam buku kun fayakun bahwa manusia harus dikembalikan pada hakikat penciptaannya yaitu manusia dibentuk atau diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya bentuk tapi mengapa manusia membuat teori manusia dengan teori yang buruk ?  alangkah hinanya manusia apabila manusia berasal dari teori evolusi monyet.

Sungguh hina sekali manusia apabila disandingkan dengan monyet dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa untuk menjaga keutuhan manusia baik dari penciptaannya maupun dari sifat dan tugasnya jangan sampai kita mempercayai dan memahami sesuatu dalam satu sudut pandang saja tetapi harus mempunyai beberapa aspek dan ilmu pengetahuan namun dari semua itu kita kembalikan lagi pada landasan pertama yaitu alquran dan assunah.