ISIS  yang terpojok di kantong terakhir yang mereka kuasai memberikan perlawanan keras terhadap pasukan kurdi yang di dukung serangan udara koalisi yang di pimpin Amerika  Serikat (AS). Kantor berita Kurdi dan Organisasi Syirian Observatory for Human Rights, (Selasa, 12/2/2019) melaporkan ISIS menggunakan bom bunuh diri, penembak jitu dan bom jebakan untuk  menahan laju pergerakan pasukan kurdi dan SDF.

Belum ada yang mengetauhi berapa banyak pasukan Isis masih bertahan di wilayah yang di hujani serangan itu. Diperkirakan jumlahnya masih mencapai ratusan, kebanyakan dari mereka pasukan asing yang berasal dari luar Suriah. Selain itu juga belum diketauhi apakah masih ada warga sipil yang terjebak di medan pertempuran  tersebut.

            Pada hari sabtu, (9/12) lalu SDF melancarkan serangan terakhir mereka untuk mendorong keluar ISIS dari suriah. Serangan terakhir ini digealr setelah selama berbulan-bulan lamanya mereka bertempur. Pertempuran yang menyebabkan20 ribu orang mengungsi dari rumah mereka.

Perebutan desa Baghouz dan daerah disekitarnya menandakan semakin dekat berakhirnya perang global melawan ISIS yang berlangsung selama empat tahun. ISIS  yang berlangsung selama empat tahun. ISIS yang sempat menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak semakin terpojok. Hal ini juga membuat presiden AS Donald Trump yang mengatakan ISIS sudah kalah dapat menarik pasukan AS dari Suriah.

            Analisis politik  dari Libanon Assad Bechara mengatakan ISIS adalah sekelompok ideologi bukan struktur militer. Mereka tidak dapat dikalahkan hanya dengan prebutan wilayah.

            ISIS mudah kembali melakukan aksi teror, pada pekan lalu Trump mengatakan semua wilayah ISIS dapat di rebut pada pekan depan. Syirian observar for human rights melaporkan 13 pasukan ISIS termasuk lima pelaku Bom bunuh diri tewas pada hari senin lalu. Tapi enam pasukan SDF juga tewas dalam pertempuran tersebut. Kantor berita kudi juga melaporkan sengit di Baghouz.

            Menurut Pandangan Islam dalam Peperangan                                          

Menurut saya dala pandangan Jihad, makna Jihad dalam al Quran dan bagaimana upaya kontekstualilasi jihad dengan setting lokasi keindonesiaan. Tulisan ini berkesimpulan bahwa, jihad yang terdapat dalam Quran tidak hanya bermakna peperangan melawan musuh. Ada yang berhubungan dengan peperangan, dan ada pula yang tidak ada hubungannya dengan peperangan sama sekali. Pada intinya, jihad dapat diartikan sebagai segala upaya maksimal yang dilakukan oleh seorang muslim untuk menggapai ridho Allah SWT baik berupa peperangan maupun tidak.

Fenomena sekarang ini, ada semacam gejala untuk mengalihkan dan mendangkalkan makna jihad dari selaras dengan prinsip-prinsip utama Islam, menjadi pemaknaan jihad yang sebaliknya, atau pemaknaan jihad yang cenderung mendekati faham ekstrimis yang pernah ada di dunia ini, contoh paling kongkrit adalah gejolak ISIS di berbagai belahan dunia.

Pada hakikatnya, jihad memiliki banyak arti. Bukan hanya berperang angkat senjata. Namun seiring waktu, jihad banyak mengalami reduksi makna. Bagi yang memaknai jihad sebagai upaya bersungguh-sungguh dalam meniti jalan menuju Allah SWT mungkin tidak akan menimbulkan masalah. Namun bagi yang memaknai jihad sebagai usaha sungguh-sungguh mengangkat senjata dan ditujukan kepada umat selain Islam, itulah yang fatal.

 

Jihad dalam al Quran dan bagaimana upaya kontekstualilasi jihad dengan setting lokasi keindonesiaan. Tulisan ini berkesimpulan bahwa, jihad yang terdapat dalam Quran tidak hanya bermakna peperangan melawan musuh. Ada yang berhubungan dengan peperangan, dan ada pula yang tidak ada hubungannya dengan peperangan sama sekali. Pada intinya, jihad dapat diartikan sebagai segala upaya maksimal yang dilakukan oleh seorang muslim untuk menggapai ridho Allah SWT baik berupa peperangan maupun tidak.

 

Jihad, dalam arti peperangan melawan kaum kafir, merupakan peristiwa yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang Islam. Meski jihad dalam makna tersebut juga bukan merupakan satu-satunya syarat agar Islam menjadi maju dan berhasil untuk dikembangkan pada suatu kelompok masyarakat tertentu. Karena masih banyak pokok pikiran Islam lain yang harus dilaksanakan dan diaplikasikan oleh umat Islam selain dari jihad, atau menggunakan mainstream jihad, akan tetapi dengan interpretasi yang lebih soft dengan prinsip-prinsip ajaran Islam lainnya.

Fenomena sekarang ini, ada semacam gejala untuk mengalihkan dan mendangkalkan makna jihad dari selaras dengan prinsip-prinsip utama Islam, menjadi pemaknaan jihad yang sebaliknya, atau pemaknaan jihad yang cenderung mendekati faham ekstrimis yang pernah ada di dunia ini, contoh paling kongkrit adalah gejolak ISIS di berbagai belahan dunia.

Pada hakikatnya, jihad memiliki banyak arti. Bukan hanya berperang angkat senjata. Namun seiring waktu, jihad banyak mengalami reduksi makna. Bagi yang memaknai jihad sebagai upaya bersungguh-sungguh dalam meniti jalan menuju Allah SWT mungkin tidak akan menimbulkan masalah. Namun bagi yang memaknai jihad sebagai usaha sungguh-sungguh mengangkat senjata dan ditujukan kepada umat selain Islam, itulah yang fatal. Akibatnya, muncul golongan ekstrimis Islam yang menegaskan bahwa komitmen dari keimanan adalah berjihad dalam artian perang melawan orang musyrik, masih merupakan dampak dari itu munculah generalisasi terhadap Islam.

 

 

 

dalam al Quran dan bagaimana upaya kontekstualilasi jihad dengan setting lokasi keindonesiaan. Tulisan ini berkesimpulan bahwa, jihad yang terdapat dalam Quran tidak hanya bermakna peperangan melawan musuh. Ada yang berhubungan dengan peperangan, dan ada pula yang tidak ada hubungannya dengan peperangan sama sekali. Pada intinya, jihad dapat diartikan sebagai segala upaya maksimal yang dilakukan oleh seorang muslim untuk menggapai ridho Allah SWT baik berupa peperangan maupun tidak.