Amalan memiliki dua arti. Amalan berasal dari kata dasar amal. Amalan adalah sebuah homonim karena artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknannya berbeda. Amalan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga amalan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Amalan juga dapat diartikan perbuatan baik, bacaan yang harus dikerjakan dalam rangkaian ibadah, seperti dalam ibadah haji dan salat.[[1]]  Ada seorang Pemuda bertanya kepada baginda Rasullullah :

Pemuda : Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah Swt ?

Rasulullah : Sholat tepat pada waktunya.

Pemuda : kemudain apa lagi ?

Rasulullah : Berbuat baik kepada orang tua

Pemuda : kemudian apalagi ?

Rasulullah : Jihad di jalan Allah Swt. (Hr. Bukhari)

            Dari kutipan hadist diatas mengungkapkan Allah Swt menyukai tiga amalan yang dilakukan oleh umatnya :

1.      Salat Tepat Waktu

Ibnu Hajar mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalm Firman Allah Swt. yang artinya “dan mereka tidak mengerjakan sembayang, melainkan dengan malas”

 (QA. At Taubah: 54)

Akan tetapi, shalat isya dan shalat subuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat isya adalah waktu dimana orang-orang beristirahat, sedangkan waktu subuh adalah dimana orang-orang waktunya nikmat untuk tidur.  (Fathul Bari, 2:141)

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu ia berkata bahwa rasulullah Saw. bersabda : “Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shalat isya dan shalat subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437)

Dari abu Hurairah radhiyallahu’anhu ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat subuh dan shalat isya”. Seandainya mereka tahu keutamaan da kedua shslat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657)

2.      Berbakti Kepada Kedua Orangtua

Allah Swt berfirman “Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’:23)

Dalam beberapa ayat, Allah selalu menggandengkan amalan berbakti kepada orang tua dengan mentauhidkan-Nya larangan berbuat syirik. Di antarannya disebutkan dalam ayat: “katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamnkan atas kamu oleh Rabbmu yaitu : janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.” (QS. Al-An’am: 151)

Allah Swt. memperintahkan kepada umat manusia agar berbuat baik kepada ibu dan ayah. Ibu yang telah mengandung dan bersusah payah melahirkan kita ke dubia ini. Begitu juga dengan ayah yang sudah banting tulang untuk mencarikan makan untuk anak-anak dan keluarganya, tentu kita sebagai anak janganlah melakukakan tindakan yang buruk kepada kedua orang tua kita. Harus selalu ingat apa yang telah ibu dan ayah lakukan untuk anak-anaknya. 

3.      Jihad di Jalan Allah Swt

Perintah untuk berjihad dijalan Allah Swt jelas dalam firmannya yang terkandung dalam ayat Al-Hajj ayat ke 78, “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.” Tidak mudah bagi seorang manusia merelakan sebagian yang ia miliki untuk diberikan pada jalan Allah, maka dengan itu ia menjadi salah satu amalan yang dicintai oleh Allah Swt. bahkan para syuhada jelas dijamin surganya kelak di akhirat seperti dilansir hijazz.id.[[2]]


[1] Apaarti.com.amalan.html

[2] BanjarmasinPost.co.id