Meniti jalan di tepi pantai, kutemukan tempat tinggi menjulang.

Kulihat samudra luas membentang dengan deburan ombak yang berbenturan.

Angin deras mengibas rambutku yang terkulai lemas, pun pepohonan menari-nari mengikuti irama angin yang selaras.

Namun, setinggi ku berdiri tetap tak jua kutemukan jasadMu terpatri. Untungnya, Engkau tetap berdiam diri didasar hati.

Sebab, jiwa kan mati bila diriMu jauh pergi.